Loading...
Bisnis

Belajar Strategi Bisnis dari Biografi Gary Vee

Semua pelaku usaha pasti mengamini bahwa bisnis kuliner adalah bisnis yang tak ada matinya. Itu tentu saja berhubungan erat dengan makanan sebagai kebutuhan utama manusia. Tak ada manusia yang tak butuh makan. Oleh karena itu bisnis makanan tak akan pernah kehilangan pangsa pasarnya.

Kondisi seperti yang disebutkan di atas membuat bisnis di bidang kuliner berlangsung dengan sangat ketat. Pelaku usaha kuliner yang ingin bisnisnya berjalan dengan lancar dan panjang umur perlu benar-benar mempersiapkan segalanya dengan baik. Persaingan yang sangat ketat membuat membuat kecacatan kecil bisa berbuah menjadi kehilangan banyak pelanggan, terutama jika sudah berbicara soal rasa.

Bisnis kuliner sudah jauh berkembang dari sekedar rumah makan tempat orang datang, makan, lalu pergi. Bisnis kuliner juga turut ambil bagian dalam pasar jual beli online yang terus bertumbuh. Ada macam-macam makanan yang bisa dijual melalui media online. Mulai dari camilan hingga makanan berat yang telah melalui proses khusus.

Persaingan bisnis kuliner di dunia jual beli online tentu tak kalah sengit dengan yang berlangsung secara offline. Tidak bertatap muka langsung dengan konsumen sama sekali tak berarti bisnis kuliner di pasar online bisa dilakukan tanpa persiapan yang matang. Persiapan yang matang harus tetap dilakukan agar bisnis bisa berjalan dengan lancar dan bertahan di tengah persaingan yang ketat.

Hal yang Harus Diperhatikan Dalam Bisnis Kuliner Online

Semua tentu sepakat bahwa yang paling utama dari bisnis kuliner adalah soal rasa. Namun rasa bukan satu-satunya yang bisa membuat bisnis kuliner, terutama yang dijalankan secara online, bisa laris dan bertahan-tahan. Ada hal-hal lain yang tak kalah penting untuk diperhatikan. Hal-hal tersebut antara lain adalah:

www.pexels.com
  1. Kemasan

Kemasan makanan merupakan hal yang penting untuk diperhatikan jika menjalankan bisnis kuliner. Hal ini berlaku untuk bisnis kuliner online maupun offline. Akan lebih penting lagi dalam dunia online karena kemasan adalah penampakan yang pertama kali dilihat selain rupa dari makanannya itu sendiri. Sangat penting untuk membuat desain kemasan yang unik agar dapat menarik perhatian calon pembeli.

 

Kriteria makana yang baik saat ini adalah yang aman, menjaga isi dengan baik, dan juga menarik serta unik untuk difoto. Ketahanan dari kemasan sangat penting terutama jika makanan diperjual belikan secara online. Makanan yang diperjual belikan secara online nantinya akan dikirimkan ke berbagai daerah. Jika kemasan makanan tidak kuat dikhawatirkan isinya akan rusak sehingga sudah tidak layak konsumsi ketika sampai ke tangan konsumen. Hal ini tentunya sangat merugikan konsumen.

 

Konsep kemasan yang unik juga penting karena berperan penting dalam urusan promosi. Semakin unik dan menarik desain kemasan, orang-orang akan semakin tertarik untuk membeli. Apalagi bila nantinya kemasan tersebut  bisa dipakai ulang untuk keperluan lain.

 

  1. Promosi

Bisnis kuliner yang baru dimulai tentunya tak bisa langsung berkembang pesat tanpa promosi yang tepat, apalagi bisnis online yang tak nampak punya toko secara fisik. Oleh karena itu sebelum memulai bisnis perlu dibuat perancanaan promosi yang matang. Beruntungnya era digital telal membuka banyak ladang untuk berpromosi.

www.pexels.com

Salah satu tempat promosi yang paling tepat saat ini adalah berbagai media sosial. Facebook, twitter, dan instagram adalah 3 kanal yang paling besar dan dirasa paling efektif untuk melakukan promosi. Promosi di ketiga media sosial tersebut juga bisa dilakukan berbagai cara. Mulai dari memasang iklan berbayar yang khusus disediakan hingga mengendorse orang-orang yang memang sudah menjadi buzzer di masing-masing media sosial.

 

Media lain di internet yang bisa dimanfaatkan adalah YouTube. Namun budget untuk melakukan promosi di kanal yang satu ini relatif lebih besar. Tak ada salahnya dicoba jika Anda memang memiliki budget promosi yang cukup dan hasilnya akan sepadan. Promosi memang sebaiknya dipilih yang paling efektif dan sesuai dengan budget yang ada saja. Ingatlah bahwa ongkos promosi yang besar tak selalu memberi dampak yang besar juga. Semua kembali lagi pada kejelian Anda membuat konten promosi dan memilih kanal promosi.

 

  1. Pelayanan yang Baik

Kepuasan dan loyalitas pelanggan tak bisa dipisahkan dengan baik atau buruknya pelayanan yang diberikan. Jangan pernah berpendapat bahwa pelayanan yang baik hanya diperlukan ketika Anda membuka restoran atau cafe. Pelayanan yang baik tetap diperlukan ketika Anda menjalankan bisnis kuliner secara online.

 

Jika pelayanan yang baik di bisnis kuliner offline identik deengan pelayanan yang ramah dan cekatan, maka di dunia online juga tak jauh-jauh dari hal itu. Respon yang cepat juga sangat dibutuhkan ketika melayani pertanyaan dan pemesanan dari konsumen yang membeli secara online. Orang yang ditunjuk menjadi admin online shop harus mampu menjawab setiap pertanyaan yang diajukan konsumen dengan efektif.

 

Pelayanan yang baik dalam bisnis online juga berarti memastikan konsumen mendapatkan pesanannya dengan tepat waktu. Pesanan juga harus tetap dalam kondisi yang baik ketika diterima. Komunikasikan dengan jasa pengiriman yang Anda pakai mengenai perkiraan barang akan diterima oleh konsumen. Jangan lupa untuk melakukan konfirmasi secepatnya jika barang sudah dikirim agar konsumen tak merasa dibiarkan menunggu tanpa kepastian.

www.pexels.com

Konsumen yang puas dengan pelayanan Anda kemungkinan besar akan mengulangi transaksi di kemudian hari. Loyalitas konsumen seperti ini adalah hal yang sangat penting untuk menjaga kelangsungan bisnis. Oleh karena itu pastikan selalu mendapat pelayanan terbaik yang bisa Anda berikan.

 

  1. Mempertahankan Kualitas

Mempunyai pelanggan yang loyak bukanlah hal yang mudah. Terlebih di era di mana persaingan bisnis semakin berlangsung dengan gila-gilaan. Maka dari itu jika Anda sudah mempunya banyak pelanggan yang loyal usahakan untuk tetap menjaganya menajdi pelanggan setia Anda.

 

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menjaga loyalitas pelanggan adalah mempertahankan kualitas. Kualitas yang dimaksud adalah keseluruhan bagian dari usaha Anda, mulai dari rasa maakanan hingga pelayanan. Konsumen yang loyal tentunya akan cepat menyadari jika ada penurunan kualitas, terutama dari segi rasa. Oleh karena itu penting untuk menciptakan sebuah kualitas yang dijaga secara konsisten.

 

Jika Anda ingin melakukan perubahan, maka lakukanlah perubahan positif yang tidak mengganggu produk lama. Misalnya dengan menciptakan varian rasa baru pada produk. Selain membuat kualitas yang lama tetap terjaga, menciptakan varian baru pada produk juga akan menghindarkan konusmen Anda dari kejenuhan karena produk yang dijual itu-itu saja. Jangan lupa untuk memastikan varian baru yang Anda keluarkan memiliki kualitas yang sama atau justru lebih baik dari produk yang sudah ada sebelumnya.

 

Menjaga kualitas adalah salah satu trik yang dilakukan oleh restoran atau cafe legendaris. Anda tentu cukup sering mendengarkan restoran atau penjual makanan yang sudah menjalani bisnis selama puluhan tahun dan tetap bisa bertahan. Trik serupa ternyata sangat perlu diadopsi tidak hanya oleh mereka yang memiliki restoran, tetapi juga oleh Anda yang menjalankan bisnis makanan secara online.

www.pexels.com

Belajar Dari Biografi Gary Vee

Memulai bisnis selalu menjadi hal yang penuh tantangan. Tak ada bisnis yang selalu berjalan dengan mulus, terutama di fase-fase awal. Perlu konsistensi dan komitmen yang kuat agar tak mudah menyerah setiap kali menemukan hambatan dalam membangun atau mengembangkan bisnis. Oleh karena itu sangat penting mempunya sumber motivasi yang baik bagi setiap pebisnis.

Bagi Anda yang sedang memulai bisnis dan membutuhkan sumber motivasi dan inspirasi maka Anda bisa belajar dari biografi gary vee. Siapakah sesungguhnya Gary Vee ini?

Gary Vee memiliki nama lengkap Gary Vaynerchuk, ia juga terlahir dengan nama Gennady Vaynerchuk. Gary adalah pria berdarah Bellarusian yang merupakan pebisnis kuliner sukses dan cukup dikenal sebagai pemain film serta penulis buku.

Gary Vee lahir di Babyrusk, Belarus, pada tanggal 14 November 1975. Gary Vee dan keluarganya pindah ke Amerika ketika dirinya berusia 3 tahun. Saat pertama kali pindah ke negeri Paman Sam tersebut Gary dan keluarganya menempati sebuah studio apartemen di daerah Edison, New Jersey.Saat ini Gary adalah warge negara Amerika Serikat dan juga telah menetap di negeri tersebut.

Gary menyelesaikan pendidikannya di North Hunterdon High School. Setelah itu ia melanjutkan pendidikan dengan berkuliah di Mount Ida Collage, Newton, Massachusets. Ia berhasil menyelesaikan pendidikannya dengan baik dan mendapat gelar bachelor pada tahun 1998. Setelah menamatkan pendidikan ia kemudian bergabung dengan bisnis retail wine yang memang sudah sejak lama digeluti oleh keluarganya.

www.pexels.com

Mulai Merambah Dunia Online

Karir awal Gary Vee dimulai dengan mengelola toko ayahnya yang berada di daerah Springfield, New Jersey. Toko itu pada awalnya bernama Shopper’s Discount Liquor. Ketika berada di bawah pengelolaan Gary Vee toko kemudian berubah nama menjadi Wine Library, sebuah nama yang sangat menjual.

Meskipun toko ayahnya telah banyak dikenal orang, Gary Vee tentu tak lantas berpuas diri. Ia mulai merambah dunia online untuk mengembangkan sayap bisnisnya semakin lebar. Ia mulai menjual Wine secara online beberapa tahun pasca mendapat kepercayaan untuk mengelola tokok sepenuhnya.

Publik Amerika rupanya mempunyai perhatian yang besar pada kepiawaian Gary Vee di bidang wine. Ia bahkan mempunyai siaran TV sendiri yang acaranya diberi nama Wine Library TV dengan hastagnya yang sangat populer yakni #AskGaryVee. Semua usaha yang dilakukannya berbuah bisnis, terbukti dengan meningkat pesatnya pendapatan retail wine yang dikelola. Kejelian Gary Vee melihat besarnya peluang bisnis kuliner di ranah online perlu diacungi jempol.

Kejelian Gary Vee dalam membidik peluang rupanya tak hanya berhenti dalam ranah bisnis kuliner online. Pada tahun 2009 Gary dan seorang saudaranya yang bernama AJ Vaynerchuk mendirikan sebuah agensi digital yang diberi nama Vayner Media. Gary Vee dan AJ memutuskan bahwa Vayner Media akan menjadi agensi digital yang berfokus pada ranah media sosial.

Vayner Media berkembang pesat seiring dengan penggunaan media sosial yang semakin masif. Hal itu tentunya disebabkan kepiawaian pendiri dari Vayner Media itu sendiri. Banyak perusahaan atau brand besar yang menyerahkan urusan media sosial mereka kepada Vayner Media karena kualitas pengelolaannya yang tidak main-main. Beberapa dari perusahaan dan brand tersebut antara lain adalah Mondelez, PepsiCo, General Electric dan Anheuser-Buch.

Menangani perusahaan dan brand besar seperti yang telah disebutkan di atas tentunya mendatangkan keuntungan yang melimpah bagi Vayner Media. Tak hanya itu, tenaga kerja yang diserap juga terhitung banyak. Pada tahun 2016 saja, Vayner Media mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 600 orang. sementara laba yang didapat setidaknya sudah menyentuh angka 100 juta dolar.

Biografi gary vee tentu tak berhenti sampai di situ. Kesuksesan Vayner Media tak membuat Gary berhenti melihat peluang. Gary Vee meluncurkan banyak karya yang membuat dirinya semakin dikenal masyarakat luas. Karya yang ia buat antara lain adalah Wine Library TV pada tahun 2006, #AskGaryVeeShow pada tahun 2014, DailyVee pada tahun 2015, dan Planet of the Apps pada tahun 2017.

Jeli Manfaatkan YouTube

Wine Library TV adalah sebuah vlog yang tayang di YouTube. Gary Vee sendiri yang menjadi host untuk acara tersebut. Konten yang dibahas adalah seputar wine. Dalam vlognya Gary Vee kerap menampilkan review produk wine, mencicipi wine, dan juga bermacam tips yang berkaitan dengan wine. Vlog tersebut diproduksi hingga 1000 episode hingga Gary Vee memutuskan untuk menghentikan produksinya pada tahun 2010.

Vlog YouTube lain yang pernah dibuatnya adalah #DailyVee yang pertama kali diunggah pada tahun 2015. Berbeda dengan vlog sebelumnya yang pernah dibuat, #DailyVee menyoroti kehidupan sehari-hari Gary Vee sebagai pengusaha. Para penonton sangat senang menyaksikan vlog tersebut karena banyak tips bisnis yang diberikan secara cuma-cuma. Gary Vee juga kerap mewawancarai pengusaha sukses lain untuk mengisi vlognya.

Gary Vee juga rupanya memang bermurah hati dengan ilmu memulai wirausahanya. Ilmu-ilmu wirausaha bersama dengan cerita mengenai keluarga dan sisi kehidupannya yang lain ia tampilkan dalam vlog lain yang diberi nama #AskGaryVee. Gary Vee menjalankan vlog yang satu ini dengan cara membiarkan penontonnya memberikan pertanyaan lewat twitter dan instagram dengan menggunakan hastag #AskGaryVee. Pertanyaan yang dianggap menarik akan dijawab melalui video di YouTube, sebuah terobosan cara mendekatkan diri dengan konsumen yang kemudian diadopsi oleh banyak pegiat media sosial.

Selain beberapa vlog di YouTube, Gary Vee juga tercatat pernah menerbitkan beberapa buku. Buku terbarunya terbit pada Januari tahun ini. Buku tersebut diberi judul “Crushin It: How Great Entrepeneurs Build and Influence – And How You Can Too”. Sesuai dengan judulnya, buku tersebut membedah bagaimana para pengusaha sukses membangun usahanya dan memberikan pengaruh pada banyak hal.

www.pexels.com

Buku-buku yang ditulis oleh Gary Vee memang tak pernah jauh-jauh dari kiat bisnis atau menyoal wine. Ia paham betul dengan keahlian yang ia miliki dna memilih untuk berfokus mengembangkan serta membagikan ilmunya.

Sangat banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik dari biografi gary vee oleh para pebisnis pemula. Salah satu yang terpenting adalah bagaimana Gary Vee selalu pandai membidik peluang. Ketika melihat sebuah bidang usaha memiliki peluang besar untuk berkembang, ia berani mengambil resiko yang dirasanya akan sepadan. Ia kemudian mengerahkan semua kemampuan yang ia punya untuk mengembangkan bisnisnya dan menghalau segala resiko buruk yang mungkin terjadi.

Bagaimana Gary Vee tak pernah berhenti mengeksplor pengetahuan dan bakatnya di bidang yang memang ia sukai juga patut untuk ditiru. Ketika sudah merasa paham dengan satu bidang jangan pernah berhenti untuk menggali dan mengembangkannya lebih jauh. Jangan lupa juga untuk berbagi ilmu karena hal tersebut justru dapat menjadi ajang latihan bagi diri sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *